Kenapa Koran dinamakan Koran

Ini berkaitan dengan artikel saya sebelum ini yaitu Rekening Koran dan Ketiadahubungannya dengan Surat Kabar. Sebaiknya baca dulu artikel itu sebelum baca penjelasan bodoh saya (tapi logis) kenapa Koran dinamakan Koran.

Sudah baca? mari lanjut

Istilah Koran mungkin saja berasal dari bahasa belanda (atau prancis juga sama ternyata) Courant yang terjemahannya adalah Saat ini. Dan ada juga —masih dalam bahasa belanda— Krant yang terjemahannya adalah Surat Kabar. Surat Kabar pada hakikatnya terbit tiap hari dan selalu menyuguhkan berita terkini jadi lumayan nyambung lah kalau ditilik-tilik.

Saya kebayang pasti gini kejadiannya kenapa Courant/Krant diadopsi jadi koran:

“Heh, Meneer van Klompejn minta Krant kata Mas Darto ke Inem.

“Opo? Koran? opo kuwi mas?” Jawab Inem dengan lugu

“Ealaaah… iku kertas sing akeh tulisanne kuwi… KrantKrant!” Mas Darto mencoba memeragakan gaya sang meneer ketika membaca surat kabar.

“Oooo yang tiap pagi dibaca sama meneer yo?? jeneng’e Koran toh… iku mas ono neng ngisor’e meja”

“Ealaaah…”

Karena bahagia diberi istilah baru dari Mas Darto, Inem —dengan lugunya— menyebarkan istilah koran  ke teman-temannya satu kampung. Dari satu mulut ke mulut lainnya, alhasil sak Indonesia raya mengenal kata Koran.

Sebenarnya ada teori lain mengenai kata Koran ini, namun itu saya tidak masukin karena saya rasa kurang lucu kalau dibikin di dalam artikel ini.

SHORT URL Tag: #Koran #Bahasa Belanda

krishnakastubi - Trend Hunter // Krishna Kastubi Artikel ini ditulis oleh
krishnakastubi dari

Trend Hunter // Krishna Kastubi