Berisik!! Canggih bener sih lo!

Kalimat judul diatas terdenggar janggal. Namun apabila kita iseng buka Kamus Besar Bahasa Indonesia maka kalimat diatas tidak salah maksud dan tujuannya. Lalu kenapa gambarnya tetek gitu? Nanti saya jelaskan.

cang·gih a

1 banyak cakap; bawel; cerewet;
2
suka mengganggu (ribut);
3
tidak dl keadaan yg wajar, murni, atau asli;
4 Tek kehilangan kesederhanaan yg asli (spt sangat rumit, ruwet, atau terkembang): teknik elektronika yg —;
5
banyak mengetahui atau berpengalaman (dl hal-hal duniawi);
6
bergaya intelektual;

Coba ganti kata canggih di dalam kalimat judul diatas ke definisi nomer satu. Jadi logis khan?

Yang jadi pertanyaan saya, kenapa para ahli bahasa Indonesia memilih kata canggih untuk mendefinisikan kehebatan teknologi modern?

Kayaknya begini ceritanya.

Saking pesatnya perkembangan teknologi, para ahli bahasa Indonesia merasa perlu (atau disuruh sama pemerintah) untuk menciptakan suatu kata yang dapat mendefinisikan kehebatan teknologi dan segala pernak pernik kerumitan didalamnya. Kata apa yang tepat? Bagaimana kalau Canggih?

Di dalam otak saya, era kehebatan teknologi itu di tandai dengan munculnya perangkat komunikasi. Perangkat komunikasi sudah ada di Indonesia sejak jaman Belanda dulu namun hanya segelintir saja yang bisa menikmati. Lalu dengan diluncurkannya satelit Palapa A di tahun ‘76, maka semakin banyak fasilitas komunikasi yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia. Teknologi komunikasi menjadi semakin terjangkau dan bertambah pesat. Salah satunya adalah telepon.

Nah, dasar orang Indonesia yang pada latah dan senang ikut-ikutan, semua orang jadi ingin punya telepon. Penduduk sak desa-desa pada punya telepon dan senang nelepon. Semua orang jadi berisik.

Fenomena ini lah yang dimanfaatkan oleh para ahli bahasa. Maka lahirlah definisi yang baru untuk kata Canggih —yang menurut saya sungguh sangat hebat proses sosialisasinya kepada masyarakat sehingga kita terlena dan lupa dengan definisi lamanya.

Jadi, kesimpulannya —berdasarkan kamus— kehebatan teknologi sama dengan berisik. Akibat kemalasan dan cara mikir orang Indonesia yang dangkal (tapi banyak omong dan jago propaganda —seperti saya), alhasil kata canggih yang kita kenal sekarang terdengar sangat janggal apabila di gunakan di kalimat macam "Berisik! Canggih bener sih lo!"

Lalu tambahan, melihat definisi ke-6; bergaya intelektual. Wahai para kaum (bergaya) intelektual! Jangan salahkan saya kalau saya bilang kalian itu banyak cakap, bawel dan cerewet. Salahkan kamus.

Rujukan:
Jaringan Telepon Di Indonesia
Inspirasi: Sebuah obrolan tidak penting dengan Ghazi Binarandi