Indehoy bikin badan gatal-gatal, hati-hati!

Beberapa dekade lampau, lebih tepatnya era 70-80an, jaman Ayah-ayah kita masih begajulan, muncul suatu ungkapan yang cukup populer untuk menyebut pasangan yang sedang berpacaran atau berbuat mesum. Ungkapan itu adalah indehoy.

Kembali ke dekade ini, arti indehoy lumayan sering muncul di headline-headline berita sampah di situs detik.com atau vivanews.com.

Lalu, apa hubungannya Indehoy dengan gatal-gatal?
Silakan lanjutkan baca.

Ungkapan indehoy berasal dari bahasa Belanda in de hooi. In de hooi secara literal berarti in the hay. Hay itu bahasa Inggris dari jerami.

Nah konon kabarnya, jaman dahulu itu, orang Belanda jika berpacaran senang bersembunyi di balik tumpukan jerami.

Oke.
Sepengetahuan saya, tempat/lokasi yang ada tumpukan jerami itu cuman ada di padang rumput luas (seperti  tergambarkan pada wallpaper desktop bawaan windows 7) atau di dekat/dalam kandang kuda.

Kebayang sih, di waktu itu ketika jaman penjajahan, pasti belum ada hotel murahan short time kayak sekarang. Mungkin satu-satunya tempat bagi anak-anaknya meneer londo yang ganteng-ganteng bule untuk mencumbui gadis-gadis lugu pedesaan tanpa ketahuan cuman bisa di outdoor saja dibawah naungan malam diselimuti langit penuh bintang. awwww sungguh romantis.

Tapi, coba pikirkan dengan baik, bercumbu ria di alam terbuka berarti siap untuk diserang oleh keganasan alam. Jangan jauh-jauh berpikir mengenai kemungkinan terburuknya (diseruduk babi hutan atau dipatok ular),  tapi coba pikirkan mengenai nyamuk, kelabang, kutu dan serangga-serangga gatal lainnya yang akan merusak momen itu. Dan apabila sampai nekat melakukan hubungan seks… pikirkan deh, semua kesakralan itu akan rusak dan menimbulkan trauma hebat hanya dengan satu buah batu kerikil, satu serpihan rumput atau secuil tanah yang terselip di area privat anda.

Coba pikir berulang kali sebelum mencoba melakukan seks alam bebas, jangan seperti kasus-kasus video porno kebon anak-anak alay indonesia saat ini.

Sumber:
dadsaretheoriginalhipster
Politik di balik ungkapan baru - Maman S. Mahayana
9 Awesome places to have sex (and the horrific consequences)